Pentingnya Belajar Musik

Apa manusia perlu musik?

Mulai peradaban kuno sebelum masehi, manusia secara tidak disengaja senang akan adanya tabuhan-tabuhan atau bisa disebut perkusi (alat musik pengiring tak bernada). Sampai ditemukan alat musik bernada seperti alat musik petik, alat musik tiup, dan alat musik gesek. Berawal dari itu, menandakan kebutuhan manusia akan musik dan terus menciptakan alat-alat musik baru seperti yang sekarang kita gunakan.

Kalau dilihat dari manusianya, ada manusia yang suka mendengar musik dan ada manusia yang suka memainkan alat musik atau manusia yang suka mendengar dan memainkan alat musik, semakin kuat menandakan bahwa manusia selalu dan akan perlu musik. Itu adalah fakta, dan dari musik sebagian orang mendapatkan penghasilan juga. Berarti manusia adalah mahluk yang mempunyai kebutuhan akan musik. Apakah ada manusia yang tidak suka akan musik? Anda bisa menjawab sendiri…

Kenapa belajar musik penting?

Memainkan alat musik berarti melatih  koordinasi anggota tubuh, seperti bermain gitar mengkoordinasikan tangan kanan dan tangan kiri. Tangan kanan bertugas memetik senar (picking) dan tangan kiri bertugan menekan senar pada fretboard (fingering). Begitu pula pada alat musik yang lain misalnya drum, kedua tangan dan kedua kaki saling berkoordinasi dalam memukul drum, sedikit tidak terorganisasi maka permainan akan kehilangan tempo dan drumer tidak bisa mengiringi lagu dengan baik.

Dari koordinasi anggota tubuh bagian kanan dan kiri ini, otak sangat berperan karena otak kiri mengatur anggota tubuh bagian kanan, otak kanan mengatur anggota tubuh bagian kiri. Menurut beberapa sumber menyebutkan bahwa orang Indonesia mempunyai otak yang dominan adalah otak kiri, sedangkan otak kanannya kurang di-optimal-kan. Banyak orang Indonesia yang pandai (IQ tinggi) tapi mempunyai sosial (EQ) yang kurang, akibatnya mereka kurang pergaulan (Kuper). Kalau kita tahu bahwa orang sukses adalah orang yang mempunyai otak kanan (EQ) yang berkembang, karena para orang sukses mampu bernegoisasi (salah satu aspek EQ) dengan baik dan dapat mengkoordinir orang-orang pandai (IQ).

Dengan musik akan terlihat orang secara tidak langsung menyeimbangkan fungsi otak kanan dan otak kiri, banyak siswa lebih kreatif dalam memilih cara belajar yang sesuai sehingga nilai rapor tinggi, banyak orang yang bisa musik juga lebih bagus dalam bidang olahraga karena bagian ubuh sebelah kanan dan kiri terkoordinasi lebih sempurna. Tentunya masih banyak contoh lainnya, silahkan amati lingkungan disekitar Anda…

Kapan harus dimulai belajar musik?

Untuk belajar apapun haruslah dimulai sejak dini atau se-awal mungkin, usia bukanlah batasan untuk tidak belajar karena manusia harus tetap belajar sampai ajal menjemput (pembelajaran seumur hidup). Untuk anak kecil ada beberapa cara untuk mengetahui “apakah anak sudah bisa diajarkan musik”. Berikut caranya:

  1. Apakah Anak dapat membedakan tangan kanan dan tangan kiri?
  2. Apakah Anak harus dapat berhitung 1-10 dan mengenal huruf A-Z?
  3. Apakah Anak dapat memainkan jarinya? (misal: menggenggam pensil)
  4. Apakah tubuh Anak cukup besar dalam memegang gitar? (berkaitan dengan jangkauan tangan)
  5. Apakah Anak cukup matang untuk menghadapi frustasi dan latihan dan tekun untuk meningkatkan kemampuan?
Untuk usia minimal anak harus belajar memainkan alat musik adalah pada usia 8 tahun atau sembilan tahun.

17 Alasan Mengapa Pentingnya Musik

Bahasa universal yang akan diterima di segala penjuru dunia adalah musik. Walaupun tidak selalu mengerti lirik di dalam sebuah lagu, hampir setiap orang akan tetap bisa menikmati emosi yang terkandung dalam musik. Musik memiliki kekuatan magis yang akan bisa membuatmu merasa sedih, gembira, tenang, marah atau bersemangat.

Musik memang mengagumkan, tapi akan lebih mengagumkan lagi ketika kamu juga bisa memainkan salah satu alat musik bero Entah itu piano, biola, harmonika, gitar atau alat musik tradisional seperti angklung, gamelan, dan kecapi. Dan dibawah ini, kami  akan berikan manfaat – manfaat luar biasa yang akan kamu dapat dari mempelajari musik, dan beberapa bisa mengubah hidupmu .. Simak!

1. Musik Merupakan Ekspresi Jiwa Manusia

1.1Seringkali, dibanding dengan kata-kata, musik lebih lihay dan lebih tepat untuk mengungkapkan perasaan yang sedang kamu rasakan. Kamu bisa saja menangis tak tertahankan hanya dengan mendengar lagu “When I was Your Man” milik Bruno Mars, berubah semangat ’45 saat mendengar lagu “Selamat Pagi”-nya Ran, hingga merasa berbunga-bunga saat mendengar lagu “Not a Bad Thing” dari Justin Timberlake.

Musik apapun yang kamu dengarkan pasti akan menggoyang emosi dalam dirimu. Inilah kekuatan terbesar dari musik. Dia adalah ekspresi jiwa manusia yang tentu akan mempengaruhi emosi manusia lainnya.

2. Belajar Musik Akan Membuatmu Berkenalan Dengan Berbagai Budaya di Dunia

1.2Ketika kamu serius belajar tentang musik, kamu tidak akan puas hanya dengan bisa memainkan satu atau dua gubahan dari musisi favoritmu. Kamu mungkin akan tertarik untuk lebih mendalami tentang musik itu sendiri dan mencari tahu segala hal terkait dengan musik, tak terkecuali dengan sejarahnya.

Setiap negara memiliki budaya musik sendiri-sendiri, termasuk juga di Indonesia. Di negara kita ini, kamu bisa rasakan budaya khas yang berbeda tiap daerah. Bahkan Jawa Tengah dan Jawa Barat yang masih satu pulau saja memiliki nuansa musik yang berbeda! Hal ini berarti saat kamu mempelajari musik, kamu akan tahu betapa kaya budaya-budaya yang ada di dunia.

3. Belajar Musik Akan Melatih Konsentrasi dan Mengajarimu Pentingnya Ketekunan

1.3Mempelajari musik bukanlah suatu hal yang akan bisa kamu lakukan tanpa keseriusan dan ketekunan. Belajar musik menuntut konsentrasi, ketekunanmu dan keseriusan untuk benar-benar bisa menguasainya. Saat belajar piano misalnya, kamu harus benar-benar konsentrasi agar jari tidak terpeleset pada tuts yang salah bukan?

Selain itu kamu tidak akan bisa menguasai salah satu jenis alat musik hanya dengan belajar satu hari kan? Kamu harus meluangkan waktu untuk mempelajari seluk-beluk instrumen yang kamu mainkan. Rata-rata orang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasai biola, dan bertahun-tahun untuk bisa memainkan gubahan kompleks seperti Chaconne from Partita No. 2 dari Bach.

4. Mempelajari Musik Akan Membuatmu Lebih Peka dan Sensitif

1.4Hal ini terutama jika kamu bermain musik bersama-sama dengan temanmu, atau kamu ikut gabung dalam sebuah band. Melalui musik yang kalian mainkan bersama, kamu akan merasakan ikatan batin yang terjalin diantara teman-teman bandmu. Kalian tidak perlu lagi harus bicara melalui kata-kata, karena melalui musik kalian telah saling bicara dan saling mengerti.

5. Belajar Musik Mengajarimu Rasa Tanggung Jawab

1.5Belajar musik akan membuatmu semakin mengerti tentang kekuatannya: bagaimana musik dapat menembus batasan-batasan perasaan manusia dan mengubah mereka. Karena itu kamu seharusnya lebih bisa bertanggung jawab dengan musik yang kamu mainkan, atau bisa juga terhadap semua tindakan yang akan kamu lakukan.

Belajar musik akan membuatmu mengerti bahwa kekuatan yang besar juga akan dibarengi dengan tanggung jawab yang besar.

6. Mempelajari Musik Mengajarimu Untuk Mendengar

1.6Musik adalah salah satu jenis audio yang untuk bisa menikmatinya kita harus mau mendengarnya. Karena itu berlatih musik sama halnya dengan berlatih mendengarkan. Entah itu latihan mendengar nada, not, lirik hingga saran dan kritik dari penampilan-penampilanmu. Bahkan seorang musisi yang hebat sekalipun perlu mendengar dengan baik agar dia tetap bisa hebat.

7. Belajar Musik Meningkatkan Koordinasi Tubuhmu

1.7Salah satu keuntungan pasti yang akan kamu dapatkan saat kamu belajar alat musik adalah akan membantu meningkatkan koordinasi tubuhmu. Misalnya saja saat kamu belajar gitar, di awal belajar kamu mungkin masih tertatih-tatih untuk pindah dari satu kunci ke kunci lainnya. Namun dengan latihan yang terus menerus, jari jemarimu akan lebih piawai untuk berpindah-pindah kunci.

8. Belajar Musik Membantu Mengurangi Rasa Stresmu

1.8Selain bisa membuatmu merasakan emosi, musik juga mampu mengurangi emosimu. Bahkan saat kamu sedang mengalami hari yang buruk dan merasa stres mendengarkan musik-musik instrumental mungkin akan mampu membuatmu merasa lebih baik dan lebih rileks. Kalau hanya dengan mendengar saja sudah bisa mengurangi rasa stresmu, apalagi jika kamu mempelajarinya?!

 9. Mempelajari Musik Menumbuhkan Kreativitasmu

1.9Mempelajari musik akan membantu menumbuhkan dan mengembangkan kreativitasmu. Apalagi saat kamu telah mnguasai dasar-dasar dalam bermusik. Kamu bisa saja mulai gatal untuk mencoba menulis dan membuat sendiri lagu yang mewakili perasaanmu. Atau mungkin kamu ingin membuat sebuah lagu spesial untuk menembak ataupun melamar gebetan hatimu.

10. Belajar Musik Membantumu Untuk Mengingat

2.0Tidak hanya belajar untuk menjadi lebih kreatif, belajar musik akan membantu untuk melatih ingatanmu. Betapa tidak belajar musik mengharuskanmu untuk mengingat puluhan lagu. Selain itu kamu juga bisa mengubah rumus-rumus pelajaran yang sulit kamu kuasai menjadi sebuah lagu agar lebih nyantol bagimu.

11. Belajar Musik Membuatmu Lebih Menghargai Waktu

2.1Jika kamu saat ini mengambil kursus musik, kamu akan lebih mengerti betapa berartinya waktu yang kamu gunakan untuk latihan musik.

Waktu yang terbatas selama kursus akan membuatmu lebih memperhitungkan waktu belajar musik di tengah-tengah harimu yang padat. Selain itu, untuk menghemat biaya kursus kamu juga harus mencari cara agar waktu kursusmu ini menjadi seefisien mungkin. Pokoknya dalam setiap pertemuan kamu harus ada perkembangannya.

 12. Mempelajari Musik Mengajarkanmu Tentang Kerja Keras

2.2Tentu saja butuh waktu dan usaha keras jika kamu bermimpi untuk menjadi seorang musik yang handal. Kamu diharuskan untuk berdisiplin dan pantang menyerah agar terampil menguasai instrumen musik. Dan ketika kamu berubah menjadi seorang musisi ternama, kamu mulai menyadari bahwa kerja kerasmu itu tidaklah sia-sia.

13. Menampilkan Keahlianmu Dalam Bermusik Membangun Percaya Dirimu

2.3Setelah belajar memainkan alat musik, tak akan lengkap donh jika kamu nggak menunjukkannya kepada orang lain. Nah, saat kamu tampil di hadapan orang lain inilah saatnya kamu menaklukkan tantangan berat lainnya. Kamu harus mengatasi rasa takutmu sendiri, dan hal ini tentu saja bukan hal yang mudah.

Dengan belajar bermusik, kamu tidak hanya mempelajari tentang bagaimana cara memainkan alat musik, namun kamu juga harus mengerti bagaimana menampilkannya dengan baik untuk orang lain dan mengatasi rasa gugupmu.

14. Mempelajari Musik Itu Menyenangkan

2.4Mulai tanamkan pikiran bahwa musik itu menyenangkan, termasuk juga mempelajarinya. Kamu memang harus tahu pakem-pakem dasar yang ada dalam musik, tapi kamu tidak harus selalu mematuhinya. Mempelajari musik adalah saat dimana kamu membebaskan dirimu untuk berkreasi dan bereksresi sebebas-bebasnya.

Lagipula, kata kerja yang sering kita gunakan untuk mendeskripsikan kegiatan yang berhubungan dengan musik adalah ‘bermain’, bukan? Oleh karena itu bebaskan imajinasimu dan buat karakter musikmu sendiri.

15. Musik Membantumu Untuk Bersosialisasi

2.5Adalah keuntungan besar jika kamu selalu bisa menjadi pemecah dan pemeriah suasana dengan kemampuan musikmu. Kamu bisa mengiringi temanmu bernyanyi sembari bermain gitar, atau membuat teman-temanmu tersihir dengan permainan harmonikamu.

16. Belajar Musik Akan Membuatmu Bisa Diterima Dimana Saja

2.6Musik adalah bahasa universal yang akan diterima di berbagai belahan penjuru dunia manapun. Kamu tidak harus mengerti bahasa Inggris, bahasa Jepang, atau bahasa Latin. Cukup tunjukkan kemampuan bermusikmu dan mereka akan memberi apresiasi padamu.

17. Mempelajari Musik Memberimu Kesempatan Untuk Bangga Pada Dirimu Sendiri!

2.7Setuju ‘kan dengan anggapan kalau musisi itu keren? Kalau nggak, bagaimana mungkin mereka bisa punya banyak penggemar dari seluruh dunia?! The Beatles, yang hingga kini namanya masih berkibar, adalah salah satu contohnya. Dengan belajar musik, kamu otomatis juga memberikan kesempatan bagi dirimu sendiri untuk bisa sekeren mereka.

==============================================

Belajar Musik Bagi Anak Membuatnya Cerdas

Musik ternyata mampu meningkatkan kecerdasan otak anak. Terbukti apabila seseorang belajar musik sejak kecil maka akan mempengaruhi kepada tingkatan selanjutnya. Banyak pakar musik maupun pendidik telah mengadakan penelitian untuk melihat efek positif dari beberapa jenis musik. Fakta terbaru menyimpulkan bahwa semua musik berirama tenang dan mengalun lembut dipercaya dapat memberi efek yang baik bagi bayi, dan anak-anak.

Musik yang dapat dipergunakan untuk pendidikan dan alat mempertajam kecerdasan manusia adalah musik yang mempunyai keseimbangan 3 unsur: Melody, Ritme, dan Timbre (tone colour).

IQ (Intelegent Quotien), EQ (Emotional Quotien) dan SQ (Spiritual Quotien) berpengaruh sangat besar pada proses perkembangan kecerdasan seorang anak. Pada Musik, IQ, EQ, SQ dapat diibaratkan seperti beat, irama, dan melodi. Anak yang sejak dalam kandungan terbiasa didengarkan musik biasanya kecerdasan emosional dan intelegensinya lebih berkembang dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Dalam otak manusia terdapat reseptor (sinyal penerima) yang bisa mengenali musik. Otak bayi pun sudah dapat menerima musik tersebut meski dengan kemampuan terbatas karena pertumbuhan otaknya belum sempurna. Musik merupakan salah satu stimulasi untuk mempercepat dan mempersubur perkembangan otak bayi. Bila anak terbiasa mendengar musik yang indah, banyak sekali manfaat yang akan dirasakan oleh anak. Tidak saja meningkatkan kognisi anak secara optimal, juga membangun kecerdasan emosional. Selain manfaat kognitif dan emosi, masih banyak lagi kegunaan musik bagi anak-anak. Contohnya, meningkatkan perkembangan motoriknya, meningkatkan kemampuan berbahasa, matematika, sekaligus kemampuan sosialnya, dan membangun rasa percaya diri.

Sedangkan Usia yang cocok bagi anak berlatih musik, yaitu usia 3 atau 4 sampai 6 tahun. Usia tersebut adalah masa yang paling tepat untuk mulai belajar musik, karena masa ini adalah masa terbaik pada perkembangan pendengaran.

Selain itu, pada usia 8-9 tahun, otak kanan dan kiri akan terhubung dan akan mengalami penebalan pada penghubung otak kanan dan kiri. Untuk itu apabila diberikan pendidikan musik sebelum anak berusia 8 tahun, maka dapat meningkatkan kecerdasan. Hal ini banyak dibuktikan di negara-negara maju, sehingga musik dipakai sebagai kurikulum pelajaran wajib.

Unsur-unsur musik yang dapat berpengaruh dalam mencerdasan anak antara lain, musik yang mengandung nada pendek dan panjang nilai ketukan (tanda birama), potensi tinggi rendah nada, dinamika, transpla suara (mengukur ketinggian nada dari satu nada ke nada yang lain). Dengan unsur-unsur tersebut anak belajar matematika dan mengekpresikan nada tinggi dan rendah yang berbeda-beda, fantasi, emosi, dan dapat mengontrol emosi.

Dengan demikian, anak yang belajar menyanyi akan menggunakan fantasi otaknya berbeda dengan anak-anak yang belajar bernyanyi. Karena belajar bernyanyi merupakan bagian dari kecerdasan musik dan emosi yang dirangsang sejak usia dini. Selain itu, melalui syair dari lagu-lagu yang sederhana, dapat merangsang untuk mencari kalimat-kalimat yang lain. Seperti lagu yang sederhana yakni balonku ada lima, naik-naik ke puncak gunung, dapat diterapkan lebih meningkat ke lagu-lagu atau instrumen-instrumen sederhana.

Manfaat belajar musik yang akan dirasakan oleh antara lain manfaat bersosialisasi, melatih empati dan menumbuhkan musikalitas anak dengan menggunakan lagu dan gerakan–gerakan yang merangsang koordinasi bagian otak, serta melatih gaya belajar anak yang disesuaikan dengan usia anak. Sedangkan alat musik yang direkomendasikan antara lain, organ,guitar,biola atau piano.
Dikutip dari : http://postkj.blogspot.com

10 Alasan Pentingnya Pendidikan Musik bagi Anak

Musik merupakan salah satu kontribusi seni yang paling penting dalam sejarah perkembangan manusia dan merupakan multi-disiplin ilmu yang melibatkan seluruh koordinasi fisik-mental manusia. Studi musik bisa menjadi salah satu langkah yang paling berharga dalam pendidikan anak Anda, karena pendidikan seni yang berkualitas dapat menumbuhkan apresiasi, memberikan nilai tambah & arti dalam hidup seseorang.

  1. Korelasi yang pasti antara naiknya nilai tes Matematika dan lamanya waktu yang diinvestasikan di kelas pendidikan seni/musik pada siswa SD yang terdaftar dalam program yang berbasis seni. – “Arts Exposure and Class Performance,” Phi Delta Kappan, October, 1998.
  2. Siswa yang mempelajari musik mampu melakukan ritme yang kompleks, mampu membuat Koreksi lebih cepat, serta akurat dalam berbagai kondisi Akademik dan Fisik lainnya. – Center for Timing, Coordination, and Motor Skills, 2000.
  3. Siswa yang mempelajari musik mencapai nilai tes yang lebih tinggi, dibandingkan siswa yang tidak mempelajari musik – tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi. – Dr James Catterall, UCLA.
  4. Siswa yang mendapatkan instruksi musik harian di sekolah musik memperoleh nilai yang lebih tinggi dalam Tes Kreativitas daripada siswa yang tidak menerima instruksi musik. – K.L. Wolff, The Effects of General Music Education on the Academic Achievement, Perceptual-Motor Development, Creative Thinking, and School Attendance of First-Grade Children, 1992.
  5. Sebuah studi meneliti apa pengaruh/efek seorang guru musik bagi siswa Afrika-Amerika. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa 36% siswa minoritas menganggap guru musik sekolahnya sebagai figur/panutan (Role Models), dibandingkan dengan 28% untuk guru bahasa Inggris, 11% untuk guru sekolah dasar, dan 7% untuk guru olahraga. – “Music Teachers as Role Models for African-American Students,” Journal of Research in Music Education, 1993.
  6. Siswa yang mendapatkan pendidikan dengan kurikulum berbasis seni mempunyai persepsi yang lebih baik tentang kemampuan/prestasi akademisnya (Personal Achievement). – Pamela Aschbacher and Joan Herman, The Humanitas Program Evaluation, 1991.
  7. Peningkatan nilai Keterampilan Membaca yang signifikan pada siswa SD yang menerima pelatihan musik selama 6 bulan. – Sheila Douglas and Peter Willatts, Journal of Research in Reading, 1994.
  8. Siswa yang memiliki Keterampilan Ritmik memiliki kecenderungan untuk merencanakan, mengatur, dan mengkoordinasikan kegiatan, sikap, tindakan yang lebih baik serta terperinci dalam kehidupan pribadi mereka (Personal Lives Arrangement) . – “Cassily Column”, TCAMS Professional Resource Center, 2000.
  9. Pada sebuah penelitian pada mahasiswa di Universitas Columbia, disimpulkan bahwa mahasiswa yang terdaftar dalam kelas berbasis seni mempunyai sikap yang lebih Kooperatif dengan para guru dan teman sebayanya, lebih Percaya Diri, dan lebih mampu Mengekspresikan Ide-Ide mereka – terlepas dari status/tingkat sosial ekonomi mereka. – The Arts Education Partnership, 1999.
  10. Dalam sebuah penelitian di majalah Newsweek, para ahli menunjukkan bahwa tahun-tahun awal perkembangan neuron otak pada anak-anak merupakan peluang yang terbaik untuk mencapai potensi mereka secara optimal. Pendidikan musik sejak dini akan memberikan pengalaman yang mereka butuhkan untuk Mencapai Potensi Terbaik mereka di masa yang akan datang untuk menjadi individu yang berkualitas.  – Newsweek Magazine

Belajar dan bermain musik dapat membangun karakter individu yang lebih baik dan berkualitas. Semua keahlian dan sikap mental seperti disiplin, kemampuan menganalisa, berpikir kritis, komunikatif, problem-solvingteam-work, kooperatif, dan kreatif – merupakan aspek krusial yang dibutuhkan dalam lingkungan bekerja di abad ke-21 ini.

Seringkali program musik dianggap hanya sebagai kegiatan ekstrakurikuler sekolah, yang nilai serta pendanaan-nya selalu dipertanyakan dan diperdebatkan. Padahal manfaat dan peluang anak yang mengenyam kurikulum yang berintegrasi denganprogram musik jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan.
Dengan mempelajari dan memainkan musik, berarti kita telah membuka peluang yang lebih baik bagi generasi selanjutnya untuk menuju sukses. Oleh karena itu mempelajari musik hendaklah dipandang sebagai suatu kesempatan dan pengalaman berharga di dalam hidup seseorang. Dan alangkah baiknya jika semua anak memiliki kesempatan untuk belajar dan tumbuh dalam lingkungan seni (musik termasuk di dalamnya) sejak dini dan musik bersama-sama dengan ilmu seni yang lain menjadi salah satu kurikulum yang berintegrasi dengan bidang ilmu lainnya di sekolah umum.
Sumber: http://adsorsurabaya.com/10-alasan-pentingnya-pendidikan-musik/

Semua sepakat bahwa memperdengarkan musik sangat bermanfaat bagi anak. Apa sajakah itu? Berikut di antaranya :

1. Stimulasi ingatan

Jika pernah mendengar musik tertentu di masa lampau, orang akan mengasosiasikan musik dengan pengalaman masa lampaunya. Artinya, musik berfungsi sebagai stimulus pembangkit ingatan ke masa lalu.Tak hanya membangkitkan pengalaman objektifnya, tetapi juga pengalaman subjektifnya (perasaan ketika mengalami hal tersebut).

2. Membangkitkan rasa nyaman

Jika kita memperdengarkan musik lembut menjelang anak tidur, ia akan merasa nyaman di peraduan. Biasanya musik-musik tersebut berada pada tempo adagio, andante, moderato, yang tidak jauh dari ritme nadi atau detak jantung dengan hitungan 1 ketuk per detik, sedikit lebih cepat, sedikit lebih lambat. Bukan menggunakan tempo lento yang amat lambat atau presto yang amat cepat.

3. Efek hipnotik

Irama musik memberi dampak membuai. Ini disebut hypnotic effect (kesan hipnotik). Buktinya, ketika mendengar musik, seseorang cenderung mengentak tangan atau kaki atau mengikuti senandung musiknya.

4. Menghibur

Musik bertujuan menghibur (muse = amusing = amusement). Musik menghibur dikala suka atau duka. Musik juga menghibur anak-anak. Jadi, hanya dengan mendengarkan musik yang disukai, seseorang sudah merasa terhibur. Jika individu berada dalam atmosfer yang ia sukai, atmosfer yang menyenangkan, maka ia akan lebih merasa nyaman, dan rasa nyaman akan memberi dampak positif bagi individu dalam melakukan kegiatannya. Kondisi ini membuat anak mudah menyerap, mengolah, dan menyimpan ilmu maupun stimulus.

Bermain Musik

Ketika anak sudah terbiasa mengikuti irama dengan alat musik, secara bertahap mereka dapat melakukan latihan memainkan alat musik. Bermain alat musik dapat mengaktifkan jemari serta anggota tubuh kiri dan kanan sehingga merangsang aktivitas pengembangan otak kiri dan kanan. Ini tak ubahnya anak belajar berolahraga, akan tetapi fokus pada musik seperti piano dan gitar, misalnya adalah mengaktifkan koordinasi motorik halus, sedangkan belajar berenang, bermain basket, atau rugby dan sepak bola lebih terarah pada mengaktifkan fungsi kerja motorik kasar dan keseimbangan tubuh. Nah, belajar bermain musik juga merangsang kepekaan pendengaran.
Dikutip dari : http://www.tabloid-nakita.com/read/1597/4-manfaat-musik-bagi-anak

MANFAAT MUSIK UNTUK KECERDASAN

Musik telah banyak digunakan sebagai terapi untuk mengatasi berbagai gejala depresi dan kecemasan. Ternyata, ada banyak manfaat kesehatan lainnya dari musik. Banyaknya manfaat ini sampai sekarang masih dijelajahi oleh para peneliti.

“Ada sesuatu tentang musik dan terlibat dalam kegiatan musik yang tampaknya sangat merangsang bagi otak dan tubuh. Menyanyikan lagu-lagu favorit dengan keluarga dan teman-teman, bermain dalam band atau menari diiringi musik juga dapat memperkuat ikatan dengan orang lain,” kata neuroscientist, Dr Petr Janata dari University of California, Davis seperti dilansir brainready.com.

https://sbelen.files.wordpress.com/2011/04/musik-belahan-otak1.jpg?w=545

Meningkatkan kemampuan otak

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bagaimana musik dapat meningkatkan fungsi otak. Dalam satu penelitian, psikolog klinis Charles Emery dari Ohio State University mempelajari efek musik terhadap orang yang mendengarkannya selama olahraga secara teratur.

Emery dan timnya menguji 33 orang pria dan wanita yang sedang berada dalam minggu-minggu akhir program rehabilitasi jantung. Masing-masing peserta diuji untuk kemampuan mentalnya setelah berolahraga tanpa musik dan berolahraga dengan musik.

Hasilnya, rata-rata para peserta mendapat skor lebih dari dua kali lipat ketika mendengarkan musik setelah berolahraga tanpa mendengarkan musik daripada setelah berolahraga. Musik yang dipilih adalah karya Vivaldi yang berjudul “The Four Seasons”.

Penelitian sebelumnya oleh ilmuwan lain menunjukkan bahwa musik membantu pasien penyakit paru-paru agar kemampuan mentalnya dapat bekerja dengan lebih baik.

Emery menduga manfaat yang sama dapat diperoleh dengan mendengarkan semua jenis musik, bukan hanya musik klasik. Ia berteori bahwa “Four Seasons” dapat merangsang kinerja mental karena kerumitannya memaksa otak untuk mengatur transmisi saraf.

“Tapi musik jenis lainnya mungkin bekerja lebih baik untuk beberapa orang. Saya tidak berpikir ada sesuatu yang khusus pada musik Vivaldi atau musik klasik yang akan memicu peningkatan fungsi otak,” kata Emery.

Meningkatkan kecerdasan

Beberapa penelitian lain telah menggambarkan bahwa mendengarkan musik adalah suatu usaha yang lebih kompleks dari kelihatannya. Otak manusia memilah nada, waktu, dan pengurutan suara untuk memahami musik.

Diyakini bahwa lobus frontal otak dirangsang dan diaktifkan ketika mendengarkan musik. Karena area tersebut adalah bagian otak yang berhubungan dengan fungsi mental yang lebih tinggi seperti berpikir abstrak atau perencanaan.

Frances Rauscher, psikolog di University of Wisconsin di Oshkosh dan rekan-rekannya menemukan bahwa mendengarkan musik Mozart dapat meningkatkan penalaran orang di bidang matematika dan kemampuan spasial.

Bahkan, tikus yang berlari labirin menjadi lebih cepat dan lebih akurat setelah mendengar Mozart. Menurut Rauscher, piano sonata Mozart tampaknya merangsang aktivitas tiga gen yang terlibat dalam sinyal sel saraf di otak.

Mendengarkan musik adalah salah satu cara mendengarkan musik secara pasif untuk memperoleh manfaat bagi otak. Tetapi aktifitas yang lebih merangsang otak dan bahkan meningkatkan IQ adalah bermain atau menulis musik.

Anak-anak berusia enam tahun yang diberi pelajaran musik ketika dibandingkan dengan pelajaran drama atau tanpa instruksi mendapat tambahan 2 – 3 poin dalam skor IQ nya.

Rauscher juga menemukan bahwa setelah mendapat pelajaran musik selama dua tahun, anak pra-sekolah mendapat skor yang lebih baik pada tes penalaran spasial dibandingkan dengan yang mengikuti pelajaran komputer. Namun manfaatnya mungkin tidak sama bagi orang dewasa.
Sumber : detik.com

~~~### Baca Artikel Musik Menarik Lainnya ###~~~

Iklan

4 thoughts on “Pentingnya Belajar Musik

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s