29 Permainan Tradisional Yang Terlupakan

1. Petak Umpet

petak-umpet-mulaipetak-umpet-mulai

Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.

Cara Bermain :

P
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi “kucing” (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat ituHONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si “kucing” beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika si “kucing” menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si “kucing” dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si “kucing” bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai “target operasi” atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si “kucing” dibebaskan, alias sandera si “kucing” dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si “kucing” harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.
Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.

2. Benteng – bentengan

bentengan1maxresdefault

Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’.

Cara Bermain:

bentengan1
Tujuan utama permainan ini adalah untuk menyerang dan mengambil alih ‘benteng’ lawan dengan menyentuh tiang atau pilaryang telah dipilih oleh lawan dan meneriakkan kata benteng. Kemenangan juga bisa diraih dengan ‘menawan’ seluruh anggotalawan dengan menyentuh tubuh mereka. Untuk menentukan siapa yang berhak menjadi ‘penawan’ dan yang ‘tertawan’ ditentukan dariwaktu terakhir saat si ‘penawan’ atau ‘tertawan’ menyentuh ‘benteng’ mereka masing-masing.
Orang yang paling dekat waktunya ketika menyentuh bentengberhak menjadi ‘penawan’ dan bisa mengejar dan menyentuhanggota lawan untuk menjadikannya tawanan. Tawanan biasanya ditempatkan di sekitar benteng musuh. Tawanan juga bisa dibebaskan bila rekannya dapat menyentuh dirinya.
Dalam permainan ini, biasanya masing – masing anggota mempunyai tugas seperti ‘penyerang’, ‘mata – mata, ‘pengganggu’, dan penjaga’benteng’. Permainan ini sangat membutuhkan kecepatan berlari dan juga kemampuan strategi yang handal.

3. Egrang

images6

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal. Di dataran banjir maupun pantaiatau tanah labil, bangunan sering dibuat di atas jangkungan untuk melindungi agar tidak rusak oleh air, gelombang, atau tanah yang bergeser. Jangkungan telah dibuat selama ratusan tahun[1].
Egrang di Indonesia biasa dimainkan ataupun dilombakan saat peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus. Egrang dengan versi lain juga dimainkan pada saat upacara sunatan.

4. Boi-Boian

Permainan tradisonal dengan total lima sampai sepuluh orang.
Cara Bermain :
Selection_001131113aboi

Model permainannya yaitu menyusun lempengan batu, biasanya diambil dari pecahan genting atau pocelen yang berukuran relatif kecil. Bolanya bervariasi, biasanya terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik, empuk dan tidak keras, sehingga tidak melukai. Satu orang sebagai penjaga lempengan, yang lainnya kemudian bergantian melempar tumpukan lempengan itu dengan bola sampai roboh semua. Setelah roboh maka penjaga harus mengambil bola dan melemparkannya ke anggauta lain yang melempar bola sebelumnya. Yang terkena lemparan bola yang gatian menjadi penjaga lempengannya.

5. Kelereng

indexetq

Kelereng dengan berbagai sinonim gundu, keneker, kelici, guli adalah bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng kadang-kadang dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik.

 Cara Bermain:
2d736e654f4dcfba69c66b47528aa962 5102328a7776c1359098506untitled-1

Bentuk permainan yang biasa dimainkan adalah main porces. Cara permainannya dengan menggambar segitiga sama kaki ditanah kemudian masing-masing pemain meletakkan sebuah kelerengnya diatas gambaran segitiga tersebut. Buah pasangan namanya, buah kelereng yang dipertaruhkan. Peserta, tergantung jumlah pemain. Biasanya paling sedikit tiga pemain dan paling banyak idealnya enam pemain. Kalau lebih dari itu dibuat dua kelompok. Permainan dimulai dengan cara masing-masing pemain menggunakan sebuah kelereng sebagai gacoannya lalu melempar buah pasangan tersebut dari jarak dua atau tiga meter .Pemain secara bergantian melempar sesuai urutan berdasarkan hasil undian dengan adu sut jari tangan Pelemparan gaco dilakukan dengan membidik dan melempar keras dengan maksud mengenai buah pasangan atau agar hasil lemparan mendarat dilapangan permainan terjauh.
Selanjutnya yang mengawali permainan adalah siapa yang berhasil mengenai buah pasangan, dialah mendapat giliran pertama.. Kalau tidak ada yang mengenai buah pasangan ,maka yang mulai bermain adalah gacoannya yang terjauh. Pemain harus berusaha menghabiskan buah pasangan diporces pada saat giliran bermain. Ada yang sekali giliran main sudah mampu menghabiskan semua buah pasangan. Tanda dia pemain yang terampil. Berbagai taktik untuk menang dilakukan ,antara lain kalau tidak mau memburu gacoan lawan , maka pilihannya adalah menembakkan gacoan ketempat yang kosong untuk disembunyikan agar tidak dapat dimatikan oleh lawan-lawan main. Pemain yang mampu menghabiskan buah pasangan terakhir dilanjutkan berburu menembak gacoan lawan . Pemain yang gacoannya kena tembak maka gacoannya mati ,selesailah permainannya pada game tersebut.

6. Gatrik

Gatrik atau Tak Kadal pada masanya pernah menjadi permainan yang populer di Indonesia. Merupakan permainan kelompok, terdiri dari dua kelompok.

Cara Bermain:
indexfagaPermainan ini menggunakan alat dari dua potongan bambu yang satu menyerupai tongkat berukuran kira kira 30 cm dan lainnya berukuran lebih kecil. Pertama potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu lalu dipukul oleh tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin, pemukul akan terus memukul hingga beberapa kali sampai suatu kali pukulannya tidak mengena/luput/meleset dari bambu kecil tersebut. Setelah gagal maka orang berikutnya dari kelompok tersebut akan meneruskan. Sampai giliran orang terakhir. Setelah selesai maka kelompok lawan akan memberi hadiah berupa gendongan dengan patokan jarak dari bambu kecil yang terakhir hingga ke batu awal permainan dimulai tadi. Makin jauh, maka makin enak digendong dan kelompok lawan akan makin lelah menggendong.

7. Lompat Tali

Permainan ini sudah tidak asing lagi tentunya, karena permainan lompat tali ini bisa di temukan hampir di seluh indonesia meskipun dengn nama yang berbeda-beda. permainan lompat tali ini biasanya identik dengan kaum perempuan. tetapi juga tidak sedikit anak laki-laki yang ikut bermain.

Cara Bermain:
antarafoto-PermainanTradisional220412-3MRH indexaaassd

Permainan lompat tali tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu. Jika pemain dapat melompati tali-karet tersebut, maka ia akan tetap menjadi pelompat hingga merasa lelah dan berhenti bermain. Namun, apabila gagal sewaktu melompat, pemain tersebut harus menggantikan posisi pemegang tali hingga ada pemain lain yang juga gagal dan menggantikan posisinya.

Ada beberapa ukuran ketinggian tali karet yang harus dilompati, yaitu: (1) tali berada pada batas lutut pemegang tali; (2) tali berada sebatas (di) pinggang (sewaktu melompat pemain tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan posisi pemegang tali; (3) posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat); (4) posisi tali sebatas telinga; (5) posisi tali sebatas kepala; (6) posisi tali satu jengkal dari kepala; (7) posisi tali dua jengkal dari kepala; dan (8) posisi tali seacungan atau hasta pemegang tali.

8. Ular Naga

Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah di waktu sore dan malam hari. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah yang agak luas. Lebih menarik apabila dimainkan di bawah cahaya rembulan. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih, anak-anak umur 5-12 tahun (TK – SD).

Cara Bermain:
indexsafafimg_2166s_20101207_1922352522

Anak-anak berbaris bergandeng pegang ‘buntut’, yakni anak yang berada di belakang berbaris sambil memegang ujung baju atau pinggang anak yang di mukanya. Seorang anak yang lebih besar, atau paling besar, bermain sebagai “induk” dan berada paling depan dalam barisan. Kemudian dua anak lagi yang cukup besar bermain sebagai “gerbang”, dengan berdiri berhadapan dan saling berpegangan tangan di atas kepala. “Induk” dan “gerbang” biasanya dipilih dari anak-anak yang tangkas berbicara, karena salah satu daya tarik permainan ini adalah dalam dialog yang mereka lakukan.
Barisan akan bergerak melingkar kian kemari, sebagai Ular Naga yang berjalan-jalan dan terutama mengitari “gerbang” yang berdiri di tengah-tengah halaman, sambil menyanyikan lagu. Pada saat-saat tertentu sesuai dengan lagu, Ular Naga akan berjalan melewati “gerbang”. Pada saat terakhir, ketika lagu habis, seorang anak yang berjalan paling belakang akan ‘ditangkap’ oleh “gerbang”.
Setelah itu, si “induk” –dengan semua anggota barisan berderet di belakangnya– akan berdialog dan berbantah-bantahan dengan kedua “gerbang” perihal anak yang ditangkap. Seringkali perbantahan ini berlangsung seru dan lucu, sehingga anak-anak ini saling tertawa. Sampai pada akhirnya, si anak yang tertangkap disuruh memilih di antara dua pilihan, dan berdasarkan pilihannya, ditempatkan di belakang salah satu “gerbang”.
Permainan akan dimulai kembali. Dengan terdengarnya nyanyi, Ular Naga kembali bergerak dan menerobos gerbang, dan lalu ada lagi seorang anak yang ditangkap. Perbantahan lagi. Demikian berlangsung terus, hingga “induk” akan kehabisan anak dan permainan selesai. Atau, anak-anak bubar dipanggil pulang orang tuanya karena sudah larut malam.

9. Engklek

Permainan engklek merupakan permainan tradisional lompat–lompatan pada bidang–bidang datar yang digambar diatas tanah, dengan membuat gambar kotak-kotak kemudian melompat dengan satu kaki dari kotak satu kekotak berikutnya.

 Cara Bermain:

indexfafax

asfa engklekdad

sondah3
Permainan engklek biasa dimainkan oleh 2 sampai 5 anak perempuan dan dilakukan di halaman. Namun, sebelum kita memulai permainan ini kita harus mengambar kotak-kotak di pelataran semen, aspal atau tanah, menggambar 5 segi empat dempet vertikal kemudian di sebelah kanan dan kiri diberi lagi sebuah segi empat.

10. Congklak / Dakon

Congkak adalah suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan, sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada, kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Cara Bermain:
imagessdaf

imagesadsPermainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.
Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bila habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.
Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat dimabil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

11. Pletokan

antarafoto-Eksistensi-Mainan-Tradisional-270712-AIK-3

Pletokan dibuat dari bambu, panjang 30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok.
Peralatan yang dibutuhkan berupa bambu diameter 1 atau 1,5 cm dan panjang 30-40 cm sebagai laras bedil (bentuk pipa) dan sebagai tolak adalah batangan belahan bambu yang dihaluskan. Sebagai peluru: bunga jambu air, kertas, daun-daunan dan sejenisnya.

Cara Bermain:

imagesasf     indexfafsggContoh Anak yang sedang bermain pletokan - Copy

Cara menembak adalah pertama peluru dimasukkan dengan batang penolak sampai ke ujung laras. Peluru kedua dimasukkan dan ditolak dengan batang penolak. Peluru kedua ini mempunyai dobel fungsi. Fungsi pertama sebagai klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan ditembakkan. Fungsi kedua menjadi peluru yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya. Tembakan ini akan menimbulkan bunyi pletok dan peluru terlontar ± 5 meter dan relatif lurus. Permainan ini dapat sebagai sarana perang-perangan.

12. Bekel

Permainan bekel umumnya dimainkan oleh anak-anak perempuan tapi permainan ini juga bisa dimainkan oleh anak laki-laki.

 Cara Bermain :

bola bekel3

Bekel merupakan permainan melontarkan bola ke atas dan menangkapnya kembali. Tetapi pada saat bersamaan harus mengambil atau mengubah posisi biji-biji yang ada sesuai peraturan tingkat kesulitan yang dijalankan.

13. Gasing

Gasing dipangkah gasing5Gasing / Gangsing / Panggal adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.

Cara Bermain:

indexasdadRmarcendy_letak_panggal_asor
Cara memainkan gasing, tidaklah sulit. Yang penting, pemain gasing tidak boleh ragu-ragu saat melempar gasing ke tanah.
Cara:
1. Gasing di pegang di tangan kiri, sedangkan tangan kanan memegang tali.
2. Lilitkan tali pada gasing, mulai dari bagian paksi sampai bagian badan gasing. lilit kuat sambil berputar.

14. Layangan
1
melayangan-5 indexsdsad

Layang-layang, layangan, atau wau (di sebagian wilayah Semenanjung Malaya) merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali ataubenang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan anginsebagai alat pengangkatnya. Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

15. Main Bola

6674902_20140422071900

Permainan ini sama seperti permainan sepak bola pada umumnya.. Yang membedakan adalah jumlah pemain dari masing masing tim yang kadang seadanya. Peraturan yang ada dalam permainan juga tidak terikat alias tergantung kesepakatan bersama. Sekarang sudah mulai jarang terlihat anak anak kecil yang bermain bola karena sudah jarangnya lapangan luas terutama di kota kota besar.

16. Monopoli

Monopoli adalah salah satu permainan papan yang paling terkenal di dunia. Tujuan permainan ini adalah untuk menguasai semua petak di atas papan melalui pembelian, penyewaan dan pertukaran properti dalam sistem ekonomi yang disederhanakan.

Cara Bermain :

Setiap pemain melemparkan dadu secara bergiliran untuk memindahkan bidaknya, dan apabila ia mendarat di petak yang belum dimiliki oleh pemain lain, ia dapat membeli petak itu sesuai harga yang tertera. Bila petak itu sudah dibeli pemain lain, ia harus membayar pemain itu uang sewa yang jumlahnya juga sudah ditetapkan.

17. Gamebot

Permainan ini sangat terkenal hampir di setiap SD di seluruh Indonesia para era di bawah tahun 2000. Nama sebenarnya dari permainan ini adalah Gameboy Cuma entah kenapa disini lebih terkenal dengan sebutan Gamebot. Uniknya game ini disewakan ditiap sekolah oleh abang abang yang jika waktu bermain kita telah habis maka si abang pemilik gamebot akan menarik tali yang terikat pada gamebot yang artinya gamebot tersebut harus disimpan.

18. Tamagotchi

Binatang kesayagnan bernama Tamagotchi muncul di atas pemandangan konsol permainan. Pemilik menikmati permainanya dengan memelihara Tamagotchi itu, misalnya memberi makanan, membersihkan kamar Tamagotchi, bermain dengan Tamagotchi ddl. Tamagotchi dalam keadaan menyenangkan waktu berkomunikasi dengan baik. Tetapi Tamagotchi menjadi marah kalau pemelihara meleleikan pemeliharaan. Keadaan terburuk, Tamagotchi bisa mati pun. Dengan memelihara seperti ini, Tamagotchi mengubah bentuk diri ke “Oyajitch (Tamagatchi berbentuk Oyaji)”, “Nyorotchi (Tamagotchi berbentuk ular)” dan lain-lain yang sifatnya dan bentuknya bermacam-macam. Bagaimana Tamagitchi mengubah diri dipengaruhkan oleh cara pemeliharaan, berat badannya dan suasana hatinya. Lain-lainnya, konsol permainan ini bisa dipakai untuk arloji saja.

19. BEPE alias Boneka Kertas

Jenis mainan ini menjadi mainan wajib anak anak perempuan era tahun 2000 ke bawah.. Bentuknya bermacam macam, ada yang Barbie, Sailormoon, malah Tokoh Disney pun ada..

20. Tazos

Tazos adalah mainan anak berupa disk kecil yang biasanya bergambar tokoh-tokoh kartun anak-anak. Tazos pertama kali dibuat oleh Frito-Lay, yaitu sebuah perusahaan yang merupakan anak perusahaan dari Pepsi Ltd yang berada di Amerika.

Tazos dibuat sebagai mainan hadiah snack ringan pada masa itu (walaupun ada yang menjual tazos secara terpisah). bagi anak-anak, mengoleksi tazos adalah satu hal yang sangat menarik, hal ini kemudian memicu kenaikan penjualan produk-produk yang memberikan hadiah tazos pada setiap penjualanya.

Karna kesuksesanya itulah maka kemudian tazos menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan penjualan produk anak-anak, bahkan di tahun 1992 , terjadi invasi besar-besaran dimana tazos mulai dipakai di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

bentuk Tazos sendiri sebetulnya bermacam-macam, mulai dari lingkaran, segi delapan, sampai lingkaran bergerigi (bentuk inilah yang paling terkenal di Indonesia). bahan dasar pembuatanya pun bermacam-macam. ada yang dibuat dari plastik,seng, dan bahkan beberapa seri telah dihasilkan dari karton atau aluminium (seperti Australian Yu-Gi-Oh! Metallix seri. Tazos mulai menampilkan gambar-gambar karakter Looney Tunes, tetapi di seluruh dunia juga fitur Pokémon, The Simpsons, Star Wars, AFL dan NRL, Beyblades dan banyak lagi.

Tazos bisa dikoleksi dengan membeli produk makanan yang meberi hadiah tazos, atau dengan memainkanya (dimainkan dengan teman kita, jadi intinya kalo kita menang, tazos teman kita menjadi milik kita).

Di Indonesia sendiri, tazos bisa didapatkan dengan membeli makanan ringan chiki.

Cara Bermain:

Berikut adalah beberapa cara memainkan tazos :
[*]Tembak sasaran
Dua pemain atau lebih mengumpulkan tazosnya dengan jumlah sesuai kesepakatan, kemudian tazos yang terkumpul ditumpuk menjadi satu, kemudian setiap pemain bergantian menembak tumpukan tazos tadi , barang siapa yang bisa mengenainya, maka tumpukan tazos itu menjadi miliknya
[*]Gambar atau logo
Setiap pemain memilih satu tazos jagoan, kemudian tazos dilempar. barang siapa yang tazosnya jatuh dalam posisi gambar berada di atas, maka dialah yang menang (cara permainan ini adalah yang paling sering dimainkan).
[*]Attack and defense
permainan ini membutuhkan sedikit pemikiran dan strategi, karna cara permainan ini hampir mirip dengan yu gi oh, jadi pada intinya kita mengolah tazos agar menjadi kombinasi tazos dengan nilai tertinggi (dihitung berdasarkan jumlah bintang yang tertera pada tazos).

21. Sepak Takraw

indexadsf

Sepak takraw adalah jenis olahraga campuran dari sepak bola dan bola voli, dimainkan di lapangan ganda bulu tangkis, dan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King’s Cup World Championships, yang terakhir diadakan di Bangkok, Thailand.

Permainan ini berasal dari zaman Kesultanan Melayu ((634-713)) dan dikenal sebagai Sepak Raga dalam bahasa Melayu. Bola terbuat dari anyaman rotan dan pemain berdiri membentuk lingkaran.

 Cara Bermain :

image011Peraturannya sama dengan bola voli dengan perbedaan:

  1. pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan
  2. pemain atau tim hanya boleh menyentuh bola 3 kali berturut-turut
  3. posisi pemain bertahan tidak diputar

22. Katapel

SAMSUNG DIGITAL CAMERAketapel

ketapel sering disebut dengan plinthengan atau blandring. Ketapel digunakan untuk berburu hewan kecil seperti burung kecil atau capung, atau sekedar untuk bermain perang-perangan dengan teman sebaya.
Ketapel di Indonesia dibuat dari bahan kayu dan karet. Karet yang digunakan biasanya berasal dari ban bekas. Peluru yang digunakan biasanya batu kecil, atau karet gelang yang dibentuk bulat-bulat sehingga tidak melukai orang lain.

Cara Membuat Katapel :

ketapelasf

Ketapel zaman dahulu dibuat dari kulit atau juga dari anyaman wol, dengan sebuah kantung di tengahnya untuk meletakkan batu. Semakin panjang tali katapelnya semakin jauh pula lemparannya. Ketapel jarak jauh panjangnya sekitar 3 kaki.

23. Gobak Sodor

gobak-sodor-rev28ae63ca617a8709a3f8cae56876a0f0a_permainan-gobak-sodor

Permainan menggunakan media tanah lapang yang diberi garis batas persegi sekitar 6 x 3 meter yang  nantinya dibagi menjadi sekitar 8 kotak. Pemberian garisnya pun unik, bisa menggunakan kapur, hanya digaris begitu saja dengan kayu, atau dengan pecahan genting.

Cara Bermain :

sadadsaaa

Ada dua tim, setiap tim minimal memiliki 4 anggota. Satu tim menjaga garis dan tim lainnya berusaha melewati garis tersebut tanpa teresentuh oleh tim lawan. Tim yang dinyatakan menang adalah tim yang berhasil kembali ke titik start tanpa tersentuh oleh lawan.

24. Endog-endogan (Pong Pong Bolong)

imagesfff

“Endog -endogan pecah siji pecah kabeh…”

Begitulah sebait lagu dari permainan Jawa Tradisional ini. Permainan yang dilakukan oleh beberapa anak ini tidak menggunakan alat apapun, hanya menggunakan media punggung dari salah seorang pemain.

25. Cublek-cublek Suweng

afsaf

Permainan ini termasuk juga di permaianan Jawa Tradisional. Permainan ini sangat sederhana, hanya bermodalkan gundukan tanah kecil, dan beberapa potong lidi.

Gundukan tanah tersedut pada ujungnya diberi potongan lidi pendek. Sembari bernyanyi, para pemain sedikit demi sedikit mengais gundukan tanah tersebut menggunakan lidi. Usahakan lidi pada ujung gundukan tidak sampai jatuh.

26. Perang-perangan

Senapan yang sudah jadi

Permainan ini cukup sederhana, karena menggunakan media dari pelepah pisang. Pelepah pisang dibentuk hingga menjadi pistol, senapan, maupun pedang. Cukup mudah bukan

 

27. Dolip-Dolipan

Adalah sebuah permainan kejar- kejaran, dimainkan minimal 3 orang.Dalam permainan ini tidak memandang jenis kelamin dan status sosial, yang mau ikut dan dirasa bisa/ cukup umur, bisa memainkan.

Biasanya sih ditempat saya, area/ ruang kejar- kejaran dibatasi agar tak terlalu jauh.

Cara Bermain :

Aturan/ detail permainan. Dicontohkan, dimainkan oleh 3 orang. A, B, C.

Salah satu jaga/ yang mengejar, kita anggap saja si A.

Terserah, A mau mengejar B atau C.

Si B/ C dianugrahi senjata, sebuah kalimat DOLIP.

Biasanya senjata ini digunakan jika hampir tertangkap oleh si Jaga.

Senjata inipun ada aturan pakai, yaitu setelah kata terucap, kita (pengguna senjata) harus diam ditempat, tidak boleh berpindah tempat, dan gigipun tak boleh terlihat.

Dan pengguna untuk sesaat setelah terucap kata DOLIP harus menyilangkan jari telunjuk didepan bibir, sebagai isyarat, setelah isyarat dilakukan, terserah mau menari/ berkacak pinggang.

Kalau si jaga malas (A), biasanya akan mengganggu atau melawak didepan pengguna senjata ini (anggap si B), yah tujuannya agar si B tertawa sehingga giginya terlihat, dan otomatis posisi penjaga berpindah, tanpa adanya ”serah terima”.
Yang dulunya jaga bisa ganti langsung lari, setelah gigi lawan terlihat.

Jika si jaga aktif, ia akan gantian mengejar lawan yang belum DOLIP, anggap si C.
Disini si C terkena aturan lagi,
1. Terus berlari. Atau
2. Membebaskan si B dengan menyebut SARIBUAH sambil menyentuh bagian badan si B.
Setelah di bebaskan si B juga bisa langsung lari.

Jika dalam posisi si B masih DOLIP, disini orang terakhir (si C) yang belum DOLIP, dilarang untuk DOLIP, jika dilanggar ya langsung menjadi penjaga.

(contoh soal: jika dimainkan 10 orang, 1 penjaga 9 berlari, diantara ke 9 orang ini, jika ke 8 orang sudah DOLIP, maka orang terahir harus membebaskan salah satu teman dahulu, atau ikutan DOLIP (gak ngefek, langsung jadi penjaga) atau nyerah tertangkap penjaga).

Pengalaman: bisa kongkalikong/ nepotisme antar beberapa pemain.
Jika A penjaga dan B teman A,
Biasanya si B segera DOLIP, itung- itung istirahat sambil menyiksa si C yang terus berlari dikejar A.
Tapi jika si A teman C dan si B sudah DOLIP, biasanya si A memberi kesempatan si C untuk mendekati si B agar dibebaskan dengan kalimat SARIBUAH nya, dan langsung si C dolip, gantian kini B yang disiksa.

28. Dhempo (di daerah saya namanya Boyo-boyoan)

Dolanan Dhempo-2

Apabila anak-anak telah sepakat hendak bermain Dhempo, mereka harus menuju ke pelataran tempat bermain. Misalkan ada 4 anak, yaitu A,B,C, dan D. Sebelum bermain, mereka menentukan tempat-tempat yang boleh disinggahi atau “dipencoki”. Selain itu juga menentukan aturan-aturan lain, misalkan: 1) ketika hendak ditangkap harus tetap ingkling, tidak boleh lari dengan kedua kaki; 2) pemain menang yang sudah tertangkap harus istirahat; 3) pemain menang dikatakan tertangkap apabila belum sempat sampai tempat singgah sudah dijawil pemain dadi; 4) dan sebagainya.

Dolanan Dhempo-2

Jika sudah disepakati aturan-aturan sederhana yang tidak tertulis (hanya lisan), maka salah satu pemain (secara sukarela) memimpin permainan. Sebelumnya, anak-anak yang bermain tadi berdiri berkeliling. Lalu tangan kiri dengan posisi menggenggam ditekuk dan diangkat sebatas dada atau perut. Jadi keempat pemain melakukan hal yang sama. Kemudian pemimpin mulai menyanyikan lagu sambil tangan kanannya memukul pelan-pelan tangan-tangan pemain lain yang diletakkan di depan perut atau dada tadi, secara berputar searah jarum jam atau kebalikannya.

Sementara lagu yang dinyanyikan sebagai berikut: //Dhempo wawo-wawo/wahem ji walang kaji/dhendhem ja lombok-lombok abang/ sapa ketiban banda//. Anak terakhir yang dipukul tangannya seraya berakhirnya lagu, berarti menjadi pemain dadi. Pemain lain yang tidak dadi menurunkan tangannya masing-masing. Untuk anak dadi kemudian meletakkan kedua tangan di belakang badan (seperti posisi diikat). Salah satu pemain menang memegang kedua tangan pemain dadi yang posisinya di belakang badan, seolah-olah mengikatnya. Tetapi hanya dipegang dengan tangan.

Dolanan Dhempo-2

Lalu kedua pemain menang lainnya mulai mencablek pundak pemain dadi, dan segera ingkling dan menuju ke tempat pencokan pohon atau tempat lain yang sudah ditentukan. Apabila mereka sudah sampai di tempat pencokan, mereka segera berdiri biasa dan istirahat. Pemain yang mengikat pemain dadi juga segera menuju ke tempat pencokan, setelah mencablek pundak pemain dadi. Apabila semua pemain mentas sudah tiba di pencokan, pemain dadi sudah bisa mulai mengejar pemain mentas. Pemain mentas boleh dikejar apabila meninggalkan pencokan dengan cara lari ingkling. Maka pemain mentas berlomba-lomba menggoda pemain dadi dengan cara berpindah tempat pencokan. Apabila ada pemain mentas yang lengah dan bisa ditangkap saat berpindah tempat, maka ia harus istirahat dan tidak boleh melanjutkan permainan. Demikian seterusnya hingga semua pemain mentas tertangkap oleh pemain dadi.

Dolanan Dhempo-2

Setelah semua pemain mentas tertangkap, maka permainan diawali lagi dari awal. Sekarang yang berhak menyanyikan lagu Dhempo adalah pemain yang baru saja menjadi pemain dadi. Apabila ada pemain dadi yang baru, maka ia melakukan hal yang sama seperti dalam awal permainan. Demikian seterusnya hingga mereka lelah memainkan dolanan Dhempo. Itulah gambaran permainan Dhempo yang sering dimainkan oleh anak-anak masyarakat Jawa tempo dulu.

Sumber informan: Slamet (38) dan Retno (29), karyawan Tembi; Pengamatan dan Pengalaman Pribadi

29. Jeblugan

Jeblugan

Permainan ini sangat sering dimainkan apabila masuk bulan puasa. Jeblugan ini mirip dengan meriam, namun bedanya, Jeblugan tidak mempunyai peluru. Jeblugan terbuat dari bambu yang memiliki diameternya besar dan tebal. Setiap ruas bagian dalamnya diberi lubang yang cukup besar, hingga meninggalkan satu ruas yang masih tertutup. Pastikan ruas tersebut nantinya berada di bagian pangkal.

Di dekat ruas yang tertutup tadi, dibuat lubang yang cukup besar. Lubang tersebut nantinya dimasukan sedikit karbit. Karbit tersebut disiram minyak tanah. Untuk memainkannya, lubang tersebut diberi hawa panas. Lalu otomatis Jeblugan tersebut mengeluarkan dentuman keras. Namun harus hati-hati dalam memainkan permainan ini.

30. Tekongan / Sepak Tekong

‬Sistem permainan Sepak Tekong atau Tekongan ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan aturan permaian petak umpet (di kampungku disebut jalungan atau merdeka) yang sangat fenomenal di‭ ‬Indonesia.‭ ‬Hanya saja media permainannya yang agak berbeda.

Untuk memainkan permainan ini yang pertama kalinya‭ ‬dibutuhkan pemain lebih dari dua orang, ‬tanah lapang,‭ ‬dan pecahan‭ ‬genting yang disebut dengan‭ wingko—masing-masing pemain mempunyai satu‭ wingko.‭ ‬Selanjutnya,‭ ‬membuat lingkaran di tanah sebagai pusat permainan.‭ ‬Permainan dimulai dengan cara‭ ‬nuju‭ ‬(masing-masing pemain melemparkan‭ ‬wingko ke arah lingkaran dengan jarak tertentu‭)‬,‭ ‬untuk menentukan siapa yang akan menjadi penjaga.‭ ‬Pemain yang‭ wingko-nya jatuh dengan jarak paling jauh dari sisi lingkaran,‭ ‬dialah yang menjadi penjaga.

‬Kedua,‭ ‬saat sudah diperoleh siapa yang menjadi penjaga,‭ ‬maka si penjaga menutup mata terlebih dahulu sementara para pemain lainnya berlari mencari persembunyian. Sebelumnya, si penjaga harus menata‭ wingko secara vertikal‭ (‬ditumpuk‭) ‬tepat di tengah lingkaran.‭ ‬Setelah selesai merapikan‭ ‬wingko yang berserakan,‭ ‬panjaga kemudian mencari pemain lainnya yang telah bersembunyi.‭ ‬Aturannya,‭ ‬bagi penjaga,‭ ‬ketika menemukan pemain yang bersembunyi,‭ ‬dia diwajibkan menyebut nama pemain yang diketemukan sambil memekikkan kata‭ “‬Tekong”. Misalnya: “Ahmed Tekong”. Selanjutnya,‭ ‬penjaga harus menuju lingkaran tempat‭ ‬wingko ditumpuk dan menyentuh tumpukan wingko di dalam lingkaran. Tumpukan wingko tidak boleh terjatuh. Kalau terjatuh ke tanah, maka pemain yang sebelumnya ditemukan tadi terbebas lagi dan dipersilakan untuk sembunyi lagi.

‭Dan proses menuju lingkaran inilah yang menarik,‭ ‬penjaga harus berjibaku,‭ ‬saling sikut,‭ ‬dalam suatu perlombaan lari menuju lingkaran dengan pemain yang di”tekong‭”‬.‭ ‬Sebab,‭ ‬apabila penjaga belum menyentuh wingko, pemain mempunyai kesempatan untuk meruntuhkan kembali tatanan‭ ‬wingko dengan menyepaknya.‭ ‬Itu artinya penjaga harus menata ulang‭ ‬wingko,‭ ‬dan pemain yang di”tekong”mempunyai kesempatan untuk bersembunyi lagi.‭ ‬

Pemain lainnya pun boleh meruntuhkan tatanan‭ ‬wingko untuk membebaskan pemain yang tertangkap sekaligus melanggengkan pekerjaan si penjaga.‭ ‬Untuk itu,‭ ‬penjaga harus mengamankan tatanan‭ ‬wingko supaya tidak‭ ‬“dihancurkan‭”‬ pemain lainnya.

Dalam permainan sepak tekong ini,‭paling tidak enak jika menjadi penjaga. Sudah sangat lazim seorang pemain menjadi penjaga‭ “‬abadi‭”‬ dalam permainan sepak tekong ini jika yang bersangkutan tidak gesit dan lincah serta tangkas.‭ ‬Hal ini disebabkan penjaga tidak dapat menemukan semua pemain.‭ ‬Untuk itulah,‭ ‬dibutuhkan kemampuan fisik yang‭ ‬fit,‭ ‬ulet, dan lari yang cepat.‭ ‬

Di kampungku dulu, ada dua orang yang kalau menjadi penjaga dalam permainan Sepak Tekong ini bisa sampai berhari-hari bahkan genap sepekan. Dua orang penjaga abadi itu adalah Windra atau yang biasa dipanggil kawan-kawan dengan panggilan Kibot dan Fahma. Kalau sudah begini, para pemain biasanya akan merasa kasihan sehingga satu persatu pemain akan menyerahkan diri tanpa paksaan. Namun yang juga sering terjadi, si penjaga ngambek karena menjadi penjaga abadi sehingga ia menyatakan bubar atau menangis tersedu-sedu karena menjadi penjaga abadi. Parahnya, ada yang sampai mengadukan ke orangtuanya karena menjadi penjaga abadi sehingga ayah atau ibunya sampai datang ke lapangan memarahi seluruh anak-anak.

Seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan jaman, kini permainan permainan yg dulu sering kita mainkan waktu kecil telah mulai terlupakan.. Bisa dilihat secara nyata bahwa kenyataannya anak kecil jaman sekarang sudah mulai bermain dengan hal hal yang berbau tekhnologi.. Seperti Internet, Game Online, PC Game bahkan Jejaring Sosial. Karena itu saya rangkum permainan tradisional yang sudah jarang di mainkan di jaman sekarang

2 thoughts on “29 Permainan Tradisional Yang Terlupakan

Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s